Keterangan Foto: Gambar memperlihatkan nyamuk Aedes aegypti, salah satu jenis nyamuk pembawa dan penular virus penyakit Chikungunya. Dinas Kesehatan Sanggau membenarkan adanya peningkatan kasus suspek penyakit ini di Kecamatan Kapuas sejak April 2026, yang gejalanya berupa demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi hebat. Foto: Ilustrasi
SANGGAU – aksarapost.co.id ,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau membenarkan adanya peningkatan jumlah kasus suspek penyakit Chikungunya yang tercatat di wilayah Kecamatan Kapuas. Lonjakan kasus ini mulai terdeteksi dan terpantau oleh pihak kesehatan sejak bulan April 2026 lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sanggau menyampaikan bahwa penyakit Chikungunya ini merupakan jenis infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala utama yang muncul pada penderita biasanya berupa demam tinggi secara mendadak yang disertai rasa nyeri hebat pada persendian atau sendi, yang sering kali membuat penderita kesulitan bergerak atau beraktivitas.
Menanggapi peningkatan jumlah laporan kasus tersebut, Dinas Kesehatan telah mengambil langkah cepat dan tepat. Pihaknya telah menurunkan tim surveilans kesehatan ke lapangan untuk melakukan verifikasi data sekaligus pendataan mendalam terkait jumlah, sebaran, dan kondisi penderita di lokasi kejadian.
“Kami membenarkan adanya peningkatan kasus suspek Chikungunya di Kecamatan Kapuas mulai April lalu. Tim surveilans kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan, verifikasi, serta pendataan secara rinci guna mengetahui gambaran sebenarnya di lapangan,” ungkap Kepala Bidang P2P Dinkes Sanggau.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kapuas dan wilayah sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat nyamuk penular penyakit ini berkembang biak di genangan air bersih, masyarakat diminta rutin melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) tempat penampungan air dan membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk.
Baca juga Lainya : Kanopi Hero Jadi Sorotan, PUPR Sanggau Sebut Tidak Sesuai Aturan
Selain itu, warga yang mengalami gejala demam mendadak disertai nyeri sendi hebat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini, mencegah penularan lebih luas, serta menghindari risiko komplikasi penyakit.
Dinkes Sanggau juga berjanji akan terus memantau perkembangan situasi ini dan berkoordinasi dengan seluruh puskesmas di wilayah kerja untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat demi memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Publis : Per
Redaksi : Aksarapoat.co.id
