Sanggau – Aksarapost.co.id ,PT Dahana Indonesia resmi melakukan ekspor perdana bahan peledak komersial ke Malaysia melalui jalur darat dengan melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pengiriman tersebut menjadi tonggak baru dalam distribusi logistik perusahaan ke pasar internasional melalui wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Ekspor perdana ini terdiri atas 40 ton Ammonium Nitrate (AN) dan 71.000 unit detonator yang diberangkatkan dari Gudang PT Dahana di Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pengiriman menggunakan lima unit truk, dengan empat kendaraan masing-masing mengangkut 10 ton Ammonium Nitrate dan satu kendaraan membawa 71.000 unit detonator.
Lima armada yang digunakan masing-masing dikemudikan oleh Hafiz Ulin Nuha (B 9092 PXS R6), Selamet Riadi (DA 8057 WD R6), Syarwani Abdan (DA 8096 TPG R6), Ambet Nababan (B 9148 FXY R6), dan Karman (B 9087 PXS R6).
Seluruh proses pengiriman didampingi tim operasional PT Dahana Investama Corp yang terdiri dari Rustam, Agus, Wawan, Masram, dan Kuswoyo. Demi menjamin keamanan selama perjalanan dari Kalimantan Selatan menuju perbatasan Indonesia–Malaysia, rombongan juga mendapat pengawalan empat personel Polda Kalimantan Selatan yang dipimpin Ipda Irawan.

Adapun tujuan ekspor adalah perusahaan STARRY NIGHT SDN. BHD yang beralamat di Jalan Stutong, Kuching, Sarawak Heights Drive Commercial Centre, Sarawak, Malaysia. Pengiriman ini merupakan awal kerja sama distribusi bahan peledak komersial PT Dahana ke pasar Malaysia melalui jalur logistik darat.
Marketing PT Dahana, Agus, mengatakan pengiriman tersebut merupakan shipment perdana perusahaan ke Malaysia melalui PLBN Entikong.
“Pengiriman ini merupakan shipment pertama PT Dahana ke Malaysia melalui jalur darat. Kami mengirimkan 40 ton Ammonium Nitrate dan 71 ribu unit detonator kepada pelanggan di Sarawak. Kami berharap proses ekspor ini berjalan lancar dengan dukungan seluruh instansi terkait, khususnya Bea Cukai dan Imigrasi, sehingga jalur darat melalui PLBN Entikong dapat menjadi alternatif logistik yang efektif bagi distribusi bahan peledak komersial ke Malaysia,” ujar Agus.
Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti sinergi yang baik antara PT Dahana, aparat keamanan, Bea Cukai, Imigrasi, serta instansi terkait di kawasan perbatasan. Selain memperluas pasar ekspor nasional, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan PLBN Entikong sebagai pintu gerbang perdagangan internasional antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Kalimantan.
Ekspor melalui jalur darat ini juga diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan arus perdagangan lintas batas, sekaligus memperkuat peran Kabupaten Sanggau sebagai salah satu gerbang utama ekspor Indonesia menuju Malaysia.( Per )

