Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Lape Menghitam, Kades Binjai Minta Investigasi Menyeluruh

Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Lape Menghitam, Kades Binjai Minta Investigasi Menyeluruh
Spread the love

SANGGAU – Aksarapost.co.id ,Kepala Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Heriyanto, mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan investigasi menyusul dugaan pencemaran Sungai Lape yang disebut-sebut berasal dari limbah pabrik pengolahan kelapa sawit PT Sasmita Bumi Wijaya (PT SBW), Simpang Tanjung.

Kapolres Sanggau Silaturahmi ke Wakil Bupati, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Sanggau Maju Berkelanjutan

Desakan tersebut disampaikan Heriyanto setelah dirinya turun langsung ke lapangan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB untuk memastikan laporan masyarakat terkait kondisi air sungai yang berubah menjadi hitam pekat.

Menurut Heriyanto, warga sebelumnya melaporkan bahwa pada malam hari sungai diduga dialiri limbah berwarna hitam. Untuk memastikan laporan tersebut, ia melakukan pengecekan langsung mulai dari bagian hulu sungai yang berada di sekitar area pabrik hingga ke titik jembatan Sungai Lape.

“Saya turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Tadi saya mengambil video di bagian hulu dekat pabrik dan di jembatan Sungai Lape. Sampai pukul 08.00 pagi, air sungai masih terlihat hitam pekat,” ujar Heriyanto.

Ia mengaku prihatin karena Sungai Lape masih dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membahayakan kesehatan warga apabila benar disebabkan oleh limbah.

“Air sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat. Kalau benar tercemar limbah, tentu sangat berbahaya. Karena itu saya meminta pemerintah segera mengambil tindakan,” tegasnya.

Kapolres Bengkayang Ingatkan Personel Jangan Kotori Marwah Polri, Layani Masyarakat dengan Humanis

Heriyanto meminta Bupati Sanggau, Wakil Bupati Sanggau, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, pengambilan sampel air, dan mengusut sumber dugaan pencemaran.

Ia juga berharap instansi terkait bertindak cepat agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab perubahan warna air sungai serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, dugaan pencemaran tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya dan masih memerlukan pemeriksaan serta hasil uji laboratorium dari instansi yang berwenang. Pihak PT Sasmita Bumi Wijaya (PT SBW) juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Taglinews.com akan berupaya meminta konfirmasi dari pihak perusahaan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau untuk pemberitaan lanjutan.( Per )

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *