PB Mathla’ul Anwar 2026–2031: Menjaga Khittah, Menjawab Tantangan Zaman

PB Mathla’ul Anwar 2026–2031: Menjaga Khittah, Menjawab Tantangan Zaman
Spread the love

Poto : Zaenal Abidin Syuja’iWakil Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA)Pemerhati Pendidikan dan Keumatan

BandungAksarapost.co.id , Kepemimpinan baru Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031 di bawah Ketua Umum Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A. berkomitmen membawa organisasi memasuki era transformasi dengan mengusung visi “Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh.”

Visi tersebut menjadi arah strategis agar Mathla’ul Anwar semakin adaptif, progresif, dan relevan dalam menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan khittah sebagai organisasi dakwah, pendidikan, dan sosial keagamaan yang telah mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara sejak berdiri pada tahun 1916.

Wakil Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Zaenal Abidin Syuja’i, menegaskan bahwa transformasi organisasi merupakan sebuah keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, revolusi digital, perubahan sosial, serta tantangan ekonomi global.

“Organisasi yang tidak mampu beradaptasi akan kehilangan relevansi. Namun, transformasi tidak boleh menghilangkan identitas dan ruh perjuangan Mathla’ul Anwar. Khittah organisasi harus tetap menjadi kompas dalam setiap langkah pembaruan,” ujarnya.

Menurutnya, modernisasi kelembagaan, digitalisasi sistem organisasi, penguatan tata kelola, serta perluasan jejaring nasional dan internasional merupakan instrumen untuk meningkatkan manfaat organisasi, bukan mengubah orientasi pengabdian.

PBMA periode 2026–2031 juga dihadapkan pada tantangan membangun keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme. Di satu sisi organisasi harus terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama strategis, namun di sisi lain tetap menjaga independensi, marwah, serta nilai-nilai perjuangan.

Di bidang pendidikan, transformasi diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi kurikulum, serta pemanfaatan teknologi digital yang tetap berlandaskan pembentukan karakter, akhlak, dan integritas moral peserta didik.

Sementara di bidang dakwah, Mathla’ul Anwar mendorong pengembangan model dakwah yang lebih kontekstual dan inklusif melalui pemanfaatan media digital dan berbagai platform komunikasi modern dengan tetap mengedepankan prinsip hikmah, moderasi, dan persatuan umat.

Pada sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat, PBMA berkomitmen menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, kesenjangan pendidikan, hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat.

“Transformasi bukan pilihan antara menjaga khittah atau mengikuti perkembangan zaman. Keduanya harus berjalan beriringan. Khittah menjadi arah perjuangan, sedangkan transformasi adalah sarana agar cita-cita organisasi tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat yang lebih luas,” kata Zaenal.

Komitmen tersebut sejalan dengan pidato Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar pada pelantikan kepengurusan di Gedung Pakuan, Bandung, 20 Juni 2026, yang menegaskan pentingnya membangun organisasi yang modern dalam manajemen, profesional dalam tata kelola, namun tetap kokoh pada nilai, etika, dan tradisi pengabdian.

Dengan semangat “Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh,” PBMA optimistis mampu mewujudkan gerakan pembaruan yang tetap berpijak pada khittah pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.( Red )

Redaksi : Aksara Post

Publis : Per

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *