Sepang Toho, AksaraPost.co.id – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ketika sebagian anak bangsa bersiap menghiasi negeri dengan Merah Putih dan umbul-umbul, sebuah kabar duka datang dari Desa Sepang, Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, saat Perianto bersama sejumlah rekannya bergotong royong memasang ratusan umbul-umbul dan bendera Merah Putih di berbagai titik, sudut jalan hingga kawasan pasar desa.
Saat itu, Perianto bersama beberapa rekannya membawa puluhan bendera dan umbul-umbul yang belum selesai dipasang.
Sebagian bendera telah diikat pada batang-batang bambu dan diangkut menggunakan mobil pikap.
Dalam perjalanan, sebuah bendera yang dibawa tersebut diduga terlepas. Perianto berusaha memegangnya, namun nahas, ia terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya.
Akibat kecelakaan tersebut, Perianto segera dilarikan ke RS Menjalin, Kabupaten Landak, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisinya terus memburuk setelah diketahui mengalami luka serius, termasuk cedera pada bagian kepala.
Karena keterbatasan fasilitas medis, Perianto kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Pontianak yang memiliki fasilitas penanganan lebih memadai.
Berbagai upaya medis dilakukan. Perianto bahkan harus menjalani operasi pada bagian kepala. Biaya perawatan yang disebut mencapai ratusan juta rupiah pun harus dikeluarkan demi menyelamatkan nyawanya.
Namun, takdir berkata lain.
Di tengah perjuangan para tenaga medis, keluarga yang terus berharap, serta doa orang-orang yang menyayanginya, nyawa Perianto akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Yang membuat kepergiannya terasa semakin mengiris hati, Perianto mengembuskan napas terakhir pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan detik-detik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Seorang anak bangsa bernama Perianto seorang remaja, dengan semangat dan rasa cintanya kepada Indonesia, memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul demi menyambut hari kemerdekaan. Namun takdir berkata lain. Ia terjatuh dari kendaraan yang di tumpangi nya, dan pergi untuk selama-lamanya,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Fraksi PDI Perjuangan Alpian Beot saat dijumpai dikediamannya di Takong Kecamatan Toho, Senin (17/8/2026)
Menurut Alpian, Seorang Pemuda Perianto tidak pergi di medan perang. Ia tidak membawa senjata.
Ia hanya membawa cinta kepada Merah Putih, Cinta Tanah Air, Cinta Indonesia namun kegiatannya berakhir dengan dirayakannya detik-detik HUT Ke-81 RI hari ini,
Tangannya mungkin tak lagi mampu mengibarkan bendera, tetapi pengorbanannya akan selalu menjadi bagian dari kisah anak bangsa yang mencintai negeri ini,” ujar Pria yang juga Ketua DAD Kecamatan Toho ini.
“Dan di saat kita sedang berduka atas kepergian seorang pemuda yang begitu tulus menghormati Merah Putih, hati ini kembali terasa hancur ketika melihat di Aceh ada anak bangsa yang dengan sadar menginjak-injak dan merobek bendera Merah Putih, tepat di tengah persiapan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Betapa pedihnya, Perianto kehilangan nyawanya demi memasang Merah Putih, sementara ada tangan lain yang justru merobeknya.
Seandainya para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dapat melihat hari ini, mungkin mereka akan menangis dalam diam.
Mereka dulu rela kehilangan keluarga, darah, bahkan nyawa demi melihat Merah Putih berkibar dengan terhormat.
Hari ini, seorang anak bangsa bernama Perianto pergi untuk Merah Putih.
Maka jangan biarkan pengorbanannya menjadi sekadar berita yang berlalu.
Hargailah Merah Putih. Hormatilah kemerdekaan. Kenanglah para pahlawan. Dan doakanlah Perianto.
Selamat jalan, Perianto.
Semoga pengorbananmu menjadi saksi bahwa di antara jutaan anak bangsa, masih ada hati yang begitu tulus mencintai Indonesia.
Merah Putih akan tetap berkibar.
Dan namamu akan kami titipkan di antara doa-doa untuk para pejuang negeri ini. Untuk Indonesia. Untuk Merah Putih. Untuk Perianto,” tutup Alpian. (Lis)

