Menjawab Kebutuhan Kepemimpinan di Era Kompleksitas, Buku The Art of Heroic Leadership Resmi Diluncurkan di Kinokuniya Jakarta

Menjawab Kebutuhan Kepemimpinan di Era Kompleksitas, Buku The Art of Heroic Leadership Resmi Diluncurkan di Kinokuniya Jakarta
Spread the love

JAKARTA, 11 September 2026 – AksaraPost.co.id ,Di tengah tantangan kepemimpinan abad ke-21 yang semakin diwarnai disrupsi, ketidakpastian, dan kompleksitas sistemik, buku The Art of Heroic Leadership: From Systemic Blindness to Trustworthy Shared Action karya Zulfikar M. Rachman (Coach Kangzul) dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Coach AMY) resmi diluncurkan pada Sabtu, 12 September 2026.

Peluncuran buku sekaligus diskusi publik ini berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB di Kinokuniya Book Store, Grand Indonesia, Jakarta, dan terbuka bagi insan pers, praktisi bisnis, penggerak organisasi, komunitas, serta masyarakat umum yang tertarik pada praktik kepemimpinan transformatif.

Diterbitkan oleh IPB Press, buku setebal 324 halaman ini menawarkan perspektif bahwa tantangan utama kepemimpinan modern tidak selalu bersumber dari kurangnya kecerdasan, data, atau kemampuan teknis. Salah satu persoalan yang lebih mendasar adalah systemic blindness—ketidakmampuan melihat keseluruhan sistem, keterhubungan antarelemen, serta asumsi dan titik buta yang memengaruhi cara seorang pemimpin memahami persoalan dan mengambil keputusan.

Buku ini mengajak pemimpin untuk tidak terburu-buru bergerak menuju solusi, tetapi terlebih dahulu membangun kesadaran, memperluas cara melihat, dan memahami sistem secara utuh. Dari sana, perubahan diarahkan menuju tindakan bersama yang memiliki dasar kepercayaan.

Salah satu penulis, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Coach AMY), Executive Coach dan CEO Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012, menjelaskan bahwa buku ini lahir dari kebutuhan untuk mengajak para pemimpin kembali melihat dimensi kesadaran sebelum mengambil tindakan.

«“Kepemimpinan hari ini sedang diuji oleh kompleksitas dan interdependensi. Sering kali kita merasa sudah melihat seluruh persoalan, padahal hanya melihat sebagian kecil. Melalui buku ini, kami tidak hanya menawarkan teknik manajemen, tetapi sebuah perjalanan kesadaran batin, kepemimpinan berbasis kehadiran (presence), serta nilai-nilai kearifan kolektif seperti Gotong Royong 2.0 untuk membangun aksi bersama yang tepercaya,” ujar Coach AMY.»

Menurutnya, kepemimpinan dalam situasi kompleks membutuhkan kemampuan untuk hadir secara utuh, mendengar lebih dalam, mengenali asumsi, serta membangun ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi terhadap perubahan.

Sementara itu, Zulfikar M. Rachman (Coach Kangzul), Wayfinder, Storyteller, dan Fasilitator Transformasi, menegaskan bahwa istilah Heroic dalam judul buku tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sosok pemimpin tunggal yang tampil sebagai “superman”.

«“Pahlawan dalam buku ini bukanlah sosok yang berdiri di luar sistem untuk menyelamatkan orang lain, melainkan pemimpin yang berani menyelami dirinya sendiri, menyadari titik butanya, serta hadir secara utuh bersama tim untuk menggerakkan perubahan nyata,” jelas Coach Kangzul.»

Dengan perspektif tersebut, Heroic Leadership diposisikan sebagai praktik kepemimpinan yang berangkat dari keberanian untuk melihat diri dan sistem secara lebih jernih, kemudian mengubah kesadaran tersebut menjadi tindakan kolektif yang berdampak.

Buku The Art of Heroic Leadership mengembangkan perjalanan kepemimpinan melalui empat gagasan utama: Systems, Self, Shift, dan Shared Action.

Keempatnya mengajak pembaca memahami bahwa perubahan sistemik tidak cukup dilakukan melalui intervensi struktural atau strategi semata. Perubahan juga membutuhkan transformasi cara pemimpin melihat dirinya, memahami relasi dengan sistem, dan membangun kualitas interaksi dengan orang lain.

Pendekatan tersebut semakin diperkuat dengan gagasan Gotong Royong 2.0, yang menawarkan pembacaan kembali terhadap semangat gotong royong dalam konteks organisasi dan masyarakat modern—bukan sekadar bekerja bersama, tetapi membangun aksi bersama yang dilandasi kepercayaan, kesadaran, dan tujuan yang bermakna.

Buku ini juga memperoleh apresiasi dari C. Otto Scharmer, penggagas Theory U dari MIT Sloan School of Management, yang memberikan catatan pengantar untuk buku tersebut. Scharmer menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berakar pada kejernihan dalam melihat, mendengar, dan bertindak.

Peluncuran The Art of Heroic Leadership di Kinokuniya Grand Indonesia akan menghadirkan sejumlah agenda, antara lain:

  1. Bedah Buku & Keynote Talk, dipandu oleh Dr. Rahmat Mulyana, Managing Partner Strategic Action Indonesia, yang akan mengupas konsep Systems, Self, Shift, serta penerapan Heroic Leadership dalam konteks korporasi, sektor publik, dan organisasi nirlaba.
  2. Interactive Dialogue & Q&A, berupa dialog terbuka bersama para praktisi kepemimpinan, eksekutif, dan coach untuk membahas tantangan nyata kepemimpinan di tengah kompleksitas.
  3. Book Signing & Networking, berupa sesi penandatanganan buku bersama kedua penulis sekaligus kesempatan membangun jejaring dan bertukar gagasan dengan para pemimpin serta penggerak perubahan.

Melalui peluncuran ini, kedua penulis berharap The Art of Heroic Leadership dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan praktik kepemimpinan di Indonesia—khususnya bagi mereka yang menghadapi persoalan kompleks yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan konvensional.

Buku ini pada akhirnya mengajak pembaca mengajukan pertanyaan mendasar: sebelum mengubah sistem di luar diri kita, sudahkah kita berani melihat apa yang terjadi di dalam diri kita sendiri?

Tentang Penulis

Zulfikar M. Rachman (Coach Kangzul) adalah Wayfinder, Storyteller, Fasilitator Transformasi, dan CEO PT Ksatria Candradimuka International. Ia merupakan penulis buku The Art of Heroic Coaching dan aktif mendampingi proses transformasi sistemik berbasis komunitas dan organisasi.

Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Coach AMY) adalah Executive & Business Coach, akademisi, Komisaris Perusahaan, serta Direktur Utama Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012. Ia aktif mengembangkan praktik kepemimpinan berdampak, tata kelola, dan pengembangan wakaf di Indonesia.

— Selesai —

Kontak Media:
Untuk informasi lebih lanjut mengenai peluncuran buku dan kegiatan diskusi, silakan menghubungi panitia penyelenggara.

( per )

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *