Forum Tanah Air Ingatkan Ancaman Krisis Kepercayaan, Minta Pemerintah Lebih Transparan

Forum Tanah Air Ingatkan Ancaman Krisis Kepercayaan, Minta Pemerintah Lebih Transparan
Spread the love

JAKARTA – Akaarapost.co.id,Forum Tanah Air (FTA), sebuah komunitas diaspora Indonesia yang memiliki jejaring di 26 negara dan 38 provinsi, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (10/6/2026). Surat yang ditandatangani Chairman Forum Tanah Air, Tata Kesantra, berisi dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah sekaligus sejumlah catatan kritis terkait kondisi nasional.

Dalam surat tersebut, FTA menegaskan bahwa pihaknya memandang langkah pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, kemandirian energi, hilirisasi industri, penguatan koperasi desa, serta program makan bergizi sebagai kebijakan yang sejalan dengan amanat konstitusi dan upaya memperkuat peran negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Namun demikian, FTA menilai terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah, terutama terkait komunikasi publik dan kesiapan menghadapi potensi tekanan ekonomi global.

Menurut FTA, saat ini berkembang persepsi di tengah masyarakat bahwa pemerintah belum sepenuhnya terbuka mengenai kondisi ekonomi yang dihadapi bangsa. Situasi seperti tekanan terhadap nilai tukar rupiah, melemahnya daya beli masyarakat, hingga keterbatasan ruang fiskal dinilai perlu disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Selain itu, FTA meminta pemerintah memaparkan secara terbuka rencana kontinjensi nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario krisis. Masyarakat, menurut mereka, berhak mengetahui langkah-langkah yang telah disiapkan pemerintah, termasuk peran yang dapat dilakukan rakyat dalam mendukung ketahanan nasional.

Dalam surat tersebut juga disoroti pentingnya penguatan narasi ideologis terhadap berbagai program strategis pemerintah. FTA menilai sejumlah kebijakan seperti Danantara, Sekolah Rakyat, dan hilirisasi sering kali dipahami publik hanya sebagai program teknis, tanpa penjelasan yang utuh mengenai visi besar pembangunan ekonomi yang berlandaskan amanat Pasal 33 UUD 1945.

Baca Lain Nya : MUI Gelar Dialog Antar Peradaban Internasional di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia

FTA turut mengingatkan adanya potensi oportunisme politik di lingkungan koalisi pendukung pemerintah. Mereka menilai dukungan politik seharusnya tidak hanya didasarkan pada kepentingan kekuasaan semata, melainkan harus disertai komitmen terhadap agenda pembangunan nasional yang telah dicanangkan Presiden.

Selain itu, Forum Tanah Air mengingatkan kemungkinan munculnya kekuatan politik lama yang berupaya memanfaatkan ketidakpuasan publik apabila komunikasi pemerintah dinilai tidak efektif dan tidak transparan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan politik dari situasi yang berkembang.

Dalam penutup suratnya, FTA menyatakan tetap mendukung arah kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai berpijak pada prinsip-prinsip konstitusional. Namun mereka berharap pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi riil yang dihadapi bangsa, menjelaskan langkah-langkah antisipatif secara jujur, serta memastikan seluruh jajaran pemerintahan dan koalisi bekerja selaras demi kepentingan rakyat.

“Kepercayaan publik tidak lahir dari slogan, melainkan dari keterbukaan. Sejarah menunjukkan bahwa krisis ekonomi sering kali diawali oleh krisis kepercayaan,” tulis Forum Tanah Air dalam surat terbukanya.

Surat tersebut diterbitkan dari New York, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2026 dan ditandatangani langsung oleh Chairman Forum Tanah Air, Tata Kesantra.( Redaksi )

Publis : Peru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *