Jakarta – Aksarapost.co.id, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menyebabkan tewasnya 175 siswa sekolah dasar serta melukai lebih dari 95 anak lainnya di Sekolah Dasar “Shajareh Tayyebeh”, Kota Minab, Provinsi Hormozgan.
Dalam pernyataan pers yang dirilis pada Sabtu (14/3/2026), Kedubes Iran menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Anak-anak yang menjadi korban disebut sebagai pihak yang tidak bersalah dan seharusnya berada di lingkungan aman untuk belajar dan membangun masa depan.
Menurut pernyataan tersebut, serangan terjadi ketika Iran sedang menempuh jalur diplomasi, dialog, dan perundingan untuk memperkuat perdamaian serta stabilitas kawasan. Kedubes Iran menilai serangan terhadap wilayah sipil, khususnya fasilitas pendidikan, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
“Penargetan sebuah sekolah dan pembunuhan anak-anak tak berdosa merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata,” demikian isi pernyataan tersebut.
Kedubes Iran juga menegaskan bahwa pusat-pusat pendidikan dan warga sipil, terutama anak-anak, seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari segala bentuk serangan militer. Penyerangan terhadap sekolah dinilai sebagai contoh nyata pelanggaran prinsip pembedaan antara target militer dan non militer.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa pengakuan sejumlah pejabat Amerika Serikat terkait keterlibatan dalam serangan tersebut semakin menegaskan pentingnya pertanggungjawaban hukum melalui mekanisme internasional.
Selain itu, Kedubes Iran mengingatkan berbagai tragedi serupa dalam sejarah konflik yang menimbulkan korban sipil, termasuk insiden jatuhnya pesawat penumpang Iran pada tahun 1988 yang menewaskan 290 orang, serta berbagai serangan terhadap warga sipil di kawasan konflik lainnya.

Kedutaan Besar Iran menyerukan kepada komunitas internasional, organisasi-organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak untuk tidak berdiam diri terhadap tragedi tersebut. Mereka diharapkan mengambil langkah untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Pada hari yang sama, Kedutaan Besar Iran di Jakarta juga menggelar acara doa bersama dan peringatan untuk mengenang 175 anak yang menjadi korban. Acara tersebut dihadiri anak-anak Indonesia sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap para korban.
Kehadiran anak-anak dalam kegiatan tersebut disebut sebagai simbol empati dan solidaritas lintas bangsa terhadap penderitaan anak-anak di berbagai belahan dunia.
Kedubes Iran berharap kenangan terhadap para korban dapat membangkitkan kesadaran global untuk memperkuat upaya perdamaian, keadilan, serta perlindungan terhadap anak-anak di seluruh dunia, sehingga tidak ada lagi sekolah yang menjadi sasaran konflik dan tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.( Redaksi )
Publis : Per
Editor : Redaksi Aksara Post
